Tegas, ramah dan santun itulah gambaran sepintas tentang diri Hj.Nurhanyanti, Kepala Badan Narkotika Kabupaten Bogor. Sebagai komado gerakan pemberantasan peradaran dan penggunaan narkoba di wilayah Kabupaten Bogor, tentunya ia mengemban tugas dan misi mulia menyelamatkan tunas-tunas muda bangsa dari ancaman narkoba.
Menjadikan Kabupaten Bogor bersih dari peredaran dan penggunan narkoba, adalah tekad ibu dua anak in.. “Suatu saat nanti, saya yakin di wilayah Kabupaten Bogor sudah tidak ditemukan lagi pemakai narkoba, “ ujarnya optimis.
Peperangan terhadap segala bentuk dan jenis barang haram (narkoba) di Kabupaten Bogor telah ia canangkan dengan merangkul berbagai pihak termasuk badan narkotika provinsi (BNK) Jawa Barat dengan membentuk “Pasukan Penangkal Narkoba” (satgas) serta membangun benteng pertahan dengan nama “Desa Siaga Narkoba”. Berikut petikan wawancaranya:
Tingginya angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bogor saat ini. Apa komentar Anda?
Jelas, ini tantangan buat BNK Bogor. Namun setidaknya, kami akan terus melakukan berbagai aksi penyuluhan desa siaga narkoba yang pencanangan telah dilakukan oleh badan narkotoka provinsi (BNP) Jawa Barat, beberapa waktu lalu.Diharapankan ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya dan cara penanggulangan serta penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Bogor.
Atas dasar apa BNK memilih Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeurup sebagi pusat penyuluhan desa siaga narkoba. Bisa dijelaskan?
Pertama, masyarakat Desa Pasir Mukti memiliki semangat dan kepedulian cukup tinggi dalam melaksanakan upaya pencegahan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran narkoba (P4GN). Kedua, desa ini memiliki berbegai lembaga dan organisasi kemasyarakatan dengan eksitensi yang mumpuni dalam setiap mendukung pelaksanaan program-program pembangunan pemerintah daerah. Ketiga, karena Desa Pasir Mukti merupakan salah satu wilayah Kabupaten Bogor yang dikenal sebagai sarang peredaran dan penyalahgunaan narkoba?
Bagaimana antisipasi BNK Bogor ?
Untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, BNK Bogor telah membentuk tim satgas anti narkoba di desa tersebut yang berjumlah 100 orang yang terdiri dari kepala desa, lurah, ketua BPD, ketua Rt, Rw, ketua organisasi kemasyarakatan, pemuda, tokoh masyarakat, agama. Diharapkan pembentukan ini dapat menjadi motifator dan katalisator gerakan-gerakan masyarakat dalam rangka pencegahan penanggulangan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di desa pasir mukti.
Bagaimana sosialisasinya?
BNK akan selalu melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda Kabupaten Bogor melalui berbagai kegiatan. Contoh, beberapa waktu lalu BNK Bogor menggelar kegiatan Talk Show Anti Narkoba di Pondok Pesantren Daarus Sholihin Ciampea yang melibatkan berbagai siswa siswi SMP, SMA, SMK se Kabupaten Bogor bagian Barat. Termasuk di Kampus Universitas Ibnu Khaldun yang juga dihadiri oleh siswa siswi SMP, SMA, SMK se kabupaten dan Kota Bogor dengan menampilkan festival band se Bogor Raya, serta Kampanye Anti Narkoba di kolong jembatan Cibinong, donor darah dan penyebaran leaflet serta penyuluhan maupun pemutaran film. Dalam rangka Hari Jadi Bogor ke 528 tahun 2010 lalu, BNK Bogor juga mengadakan Road Show anti narkoba, HIV dan AIDS yang melibatkan siswa-siswi SMP, SMA, SMK se Kabupaten Bogor, dan Pondok Pesantren melalui syiar agama.
Gerakan BNK bukan gerakan pemerintah, tapi gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk menyelamatkan generasi anak bangsa agar bisa berprestasi tanpa narkoba. Kedepan kami juga akan bekerjasama dengan Palang Merah Indnesia (PMI), Dinas Pendidikan dan lembaga-lembaga lain untuk bekerjasama dalam melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Karena PMI ke depan akan diperkuat di tingkat kecamatan dan dengan dinas pendidikan bekerjasama dengan BNK akan melakukan penyuluhan ke tempat sekolah-sekolah.
Apa tantangan BNK Bogor?
Luas wilayah dan jumlah penduduk Kabuapten Bogor yang padat, terasa sulit untuk BNK mendeteksi permasalahan narkoba di daerah. Tetapi itu bukan jadi satu halangan besar bagi BNK Bogor. Kami siap dan,akan senantiasa tetap berupaya melawan dan memberi yang terbaik pada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar terbebas dari ancaman narkoba yang jadi musuh bersama masyarakat dunia. Abdul Nafis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar