Kamis, 26 Agustus 2010

Drs. H Rachmat Yasin MM, Bupati Bogor: “Target Saya Meningkatkan Tarap Hidup Rakyat Bogor”


Tantangan terberat yang dihadapi Rachmat Yasin saat pertama kali menjabat sebagai pemimpin daerah Kabupaten Bogor, adalah masalah budaya yang telah berurat akar. Membentuk tim yang bisa bekerja  cepat penuh inisiatif, kreatif dan mandiri perlu waktu yang tak sedikit . “Perlu kerja berat, “ katanya.


Banyak terobosan lain yang digelar putera asli Bogor, Jawa Barat kelahiran 4 November 1963 silam lalu ini. Termasuk masalah dasar seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tak heran, jika alumni Universitas Nasional (Unas) dan Satyagama Jakarta ini, adalah sosok yang pertama kali terpilih langsung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor, untuk periode 2008-2013.

Di tahun pertama masa kepemimpinnya, stabilitas wilayah jadi perhatian serius Pemerintahan Kabupaten Bogor. “Kondusifitas suatu wilayah itu sangat penting, karena dapat dijadikan sebagai “kunci masuk” berhasil atau tidak suatu pembangunanan yang ada  di daerah, “ kata Bupati Bogor Rachmat Yasin kepada Abdul Nafis dari majalah POTRET INDONESIA  usai melaksanakan kegiatan rutinitas keagamaan “Jumling” (Jum’at Keliling) di salah satu masjid di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, pekan lalu.

Program jumling lahir berkat ide dan gagasan Rachmat Yasin, sewaktu ia masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor tahun 2004. Visi dasarnya adalah bagaimana saya sebagai wakil rakyat harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat itu sendiri dan mereka harus merasakan terwakili oleh saya. Sehingga kapasitas saya sebagai ketua dewan pada saat itu mengajak semua anggota dewan setiap hari jum`at keliling. Artinya,  silaturrahmi dengan masyarakat yang pada akhirnya mereka menyadari betul betapa pentingnya jumling ini. “Kalau dihitung-hitung selama 6 tahun melakoni jumling, saya telah mengunjungi tidak kurang dari 520  masjid di Kabupaten Bogor, “ungkapnya.

Kegiatan jumling ini, bahkan oleh pihak Pemerintahan Kabupaten Bogor telah dijadikan salah satu agenda kerja tetap bupati Bogor hingga sekarang. Berikut petikan wawancaranya:

Apa arti penting Kabupaten Bogor bagi Anda?
Bogor merupakan tanah kelahiran saya dan tanah tumpah darah ku. Apapun yang yang terjadi saya akan tetap pertahankan daerah Kabupaten Bogor ini hingga titik darah penghabisan. Termasuk mempertahankan  idiologi, idealisme, dan patriotisme karena cinta saya dan keluarga sangat besar kepada daerah dan seluruh masyarakat di Kabupaten Bogor ini.

Lalu, apa visi Anda dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bogor?
Sangat jelas, yaitu meningkatkan tarap hidup masyarakat. Karna kalau kita berbicara membangun kesejahteraan, harusnya kita pahami dulu seperti apa terminologi kesejahteraan itu. Sebab, membangun tarap hidup masyarakat ketika masyarakat merasakan ada perbaikan itu sudah mencapai apa yang diharapkan. Kesejahteraan itu, ada ukuran-ukurannya dan ada parameternya maupun ada standarisasinya. Sehingga yang saya lakukan adalah upaya meningkatkan tarap hidup masyarakat menjadi lebih baik dan merubah nasib mereka.
Apa yang sekarang jadi konsentrasi dan perhatian Anda?
Di masa lima tahun kepemimpinan saya kedepan, pertama saya ingin menitik beratkan pada persoalan pemantapan stabilitas wilayah. Kenapa ini saya lakukan, sebab, membangun di tengah kondisi yang gonjang-ganjing, maka kita tidak akan bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal. Stabilitas itu harus baik dan dapat dirasakan oleh masyarakat maupun masyarakat di luar Kabupaten Bogor. Stabilitas ini penting untuk bagaimana kita memberikan kepastian hukum kepada masyarakat di luar Kabupaten Bogor yang sangat berkepentingan dengan Kabupaten Bogor. Karena dengan stabilitas maka kita akan bisa membangun daerah.
Seperti apa upaya yang telah Anda lakukan agar stabilitas di daerah tetap kondusif ?

Salah satu adalah dengan menggelar coffe morning dengan yang melibatkan seluruh komponen serta tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, LSM dan bahkan wartawan agar menyatu dan membantu program pemantapan stabilitas. Terutama dalam menjaga terciptanya keamanan yang kondusif di wilayah Kabupaten Bogor.

Selain stabilitas yang jadi perhatian serius Anda. Program kerja Anda  selanjutnya?

Sesuai dengan visi saya bahwa program yang kita jalankan itu secara bertahap dan dimulai dengan program pemantapan stabilitas wilayah. Kemudian akan berlanjut ke tahap kedua adalah bagaimana kita melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, sehingga tidak terjadi disparitas sosial yang menyolok. Dengan pemerataan, mudah-mudahan kita bisa memenuhi hak rakyat, yang nantinya akan kita kembangkan dalam bentuk pertumbuhan.

Pertumbuhan ini, pada hakikatnya adalah bagaimana memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Dalam rangka mewujudkan semua itu dibutuhkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai, termasuk transportasi, pendidikan dan  kesehatan.

Anda sangat getol membangun kerja sama dan komunikasi dengan lembaga-lembaga lain, seperti perguruan tinggi, pemerintah daerah disekitarnya pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Untuk apa?
Benar Semua itu dalam rangka mendorong percepatan proses pembangunan daerah. Sebab, secara jujur Kabupaten Bogor tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dari lembaga-lembaga itu maupun pemerintah provinsi dan pusat.

Strategi apa yang Anda terapkan selama ini untuk memanfatkan sumber kekayaan yang ada di Kabupaten Bogor?

Strateginya adalah, bagaimana ketika kita merasakan manfaat sumber daya alam yang melimpah ini adalah anugrah yang diberikan oleh Allah SWT. Maka itu harus kita berdayakan dan memberdayakan potensi alam adalah merupakan bagian penghasilan sumber kita. Karna itu, optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam harus kita lakukan agar betul-betul sumber daya alam ini bukan menjadi malapetaka tetapi menjadi sesuatu yang berharga.

Sektor apa yang selama ini menjadi andalan bagi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bogor?

Kalau kita bicara sektor Pendapatan Asli Daerah, itu bukan menjadi ukuran kesejahteraan. Upaya hasil PAD itu didalam rangka membiayai pemerintahan, membiayai sektor-sektor yang tidak bisa digarap oleh masyarakat seperti transportasi dan lain sebagainya. Jadi, ukuran kesejahteraan itu bukan PAD, ukuran kesejahteraan itu adalah kemakmuran. Dan ukuran keberhasilan pemerintah itu adalah bagaimana kita membangun sebanyak-banyaknya masyarakat yang makmur.

Keberhasilan  apa yang telah Anda capai, selama menjabat sebagai Bupati Bogor?
Jangan tanya soal keberhasilan kepada saya karena itu sangat subyektif. Kalau tanya keberhasilan maka sebaiknya anda tanya sama rakyat, saya nggak mau jadi narsis dan geer. Jangan tanya keberhasilan itu kepada pelaku, tapi harus tanya kepada obyek yang sedang kita garap.

Apa target  yang ingin Anda capai dalam Lima (5) Tahun kepemimpinan kedepan?

Meningkatkan tarap hidup masyarakat itu adalah target saya kedepan. Mengangkat harkat dan martabat sebagai manusia, kemudian juga memperbaiki dan meningkatkan tarap hidup masyarakat, antara lain  adalah dengan meningkatkan derajat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat itu sudah menjadi tujuan pokok saya.

Apakah program pengentasan kemiskinan juga termasuk dari bagian penting program kerja Anda?

Oh jelas. Ini program adalah bagian terpenting dari apa yang menjadi visi lima tahun saya sebagai bupati Bogor. Jadi, harus dientaskan segera.

Dari jumlah APBD Kabupaten Bogor saat ini, berapa persen telah dialokasikan untuk bidang pendidikan dan kesehatan?

Kalau anggaran pendidikan wajibnya minimal 20 persen dari APBN, tapi kita telah mencapai lebih dari yang ditetapkan UU yaitu 33 persen. Artinya untuk anggaran pendidikan Kabupaten Bogor sudah lebih mencukupi. Kemudian yang kedua, adalah kesehatan untuk  tahun 2010 ini kita alokasikan 15 persen dari APBD Kabupaten Bogor.

Apa harapan Anda kepada pemerintah pusat guna mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor saat ini?

Pemerintah pusat harus memberikan kajian secara komprenship tentang stimulus pembangunan atau pemerataan pembangunan dari pusat ke daerah, termasuk  mempertimbangkan potensi dan kapasitas penduduk dan luas wilayah. Memang kita sadari bahwa adil itu tidak sama rata. Kalau adil sama rata, itu artinya sosialis banget. Tapi, yang namanya keadilan itu pempertimbangkan  berbagai potensi obyektif, yang kemudian kita secara proporsional menyikapi berbagai persoalan menjadi bijaksana.
Lalu, kesan dan harapan Anda selama lebih kurang setahun lebih memimpin Kabupaten Bogor?
Meskipun belum banyak yang bisa dilakukan pemerintah daerah, mudah-mudahan ada suatu hasil yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara obyektif. Harapannya, masyarakat masih memberikan kepercayaan serta dukungan terhadap terlaksananya seluruh agenda yang telah diprogramkan pemerintah daerah, baik itu jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
Terakhir, apa pendapat Anda soal isu pembentukan Kabupaten Bogor Barat. Bisa Anda jelaskan secara rinci?

Pemekaran Bogor bukan isu. Ini sudah jadi kebijakan politik pemerintah daerah dan DPRD hingga pemerintah provinsi. Jadi, sekarang “bolanya” bukan lagi ada di daerah, tetapi sudah di tangan DPR RI dan Pemerintah Pusat. Membentuk daerah otonomi itu tidaklah mudah, harus berdasarkan Undang-Undang. Artinya, bahwa yang namanya pemekaran atau pembentukan daerah otonomi baru itu sudah bukan persoalan daerah lagi melainkan sudah menjadi kewenangan pusat.

Apa upaya Anda untuk mendorong percepatan pemekaran Kabupaten Bogor Barat?

Pada saat saya masih menjabat sebaga Ketua DPRD Kabupaten Bogor 2004 lalu, saya telah menyetujui pembentukan Kabupaten Bogor Barat ini.  Saya bahkan ikut mengawal hingga ke DPRD provinsi dan pemerintah pusat.  Itu merupakan bentuk dukungan kongkrit saya dan jangan prejudges bahwa saya ini seolah-olah menentang pemekaran Bogor Barat. Apa untungnya buat saya menentang pemekaran Bogor Barat.  
Abdul Nafis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar